Cari Blog Ini

Minggu, 11 September 2011

Be a Mangrover



Life is never flat. Hidup penuh tantangan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada detik berikutnya. Sanggupkah kita bertahan layaknya mangrove???

Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau  yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran tadi yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi
Mangrove tumbuh di zona pantai (berlumpur) yang secara teratur tergenang air laut dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut tetapi tidak dipengaruhi iklim. Vegetasi mangrove terdiri dari beberapa jenis antara lain Rhizophora apiculata, R. mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, B. parfivlora, B. sexangula, Avicennia sp, Sonneratia spp, Xylacarpus granatum, dan Ceriops tagal. Adaptasi pohon-pohon mangrove terhadap keadaan tanah berlumpur dan kekurangan oksigen dalam tanah adalah dengan membentuk system perakaran yang khas. Tumbuhan mangrove memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrim, seperti kondisi tanah yang tergenang, kadar garam yang tinggi serta kondisi tanah yang kurang stabil (Noor dkk, 2000).

Be a mangrover.
Bagaimanakah sebenarnya seorang mangrover itu? Mangrover berasal dari kata mangrove. 
Be a mangrover merupakan salah satu slogan yang mungkin pernah kita dengar atau kita baca sebelumnya. Seorang mangrover berarti memiliki sifat yang menyerupai atau menirukan mangrove. Bagaimana mungkin kita dapat menirukan mangrove? Pastilah ini sedikit akan mengganggu otak kita.
                Menjadi seorang mangrover harus bisa mempelajari sifat, tingkah laku mangrove. Berdasarkan sifat mangrove yang kita ketahui, maka banyak yang sebenarnya dapat kita peroleh sebagai bahan

perbandingan hidup kita. Semua mahluk hidup diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa pasti memiliki fungsi baik sekecil apapun itu, sama halnya dengan mangrove ini.
                Dari mangrove kita bisa belajar akan kerasnya kehidupan. Hidup tidaklah datar. Life is never flat. Hidup penuh tantangan, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada detik berikutnya.
                Begitu juga halnya dengan kehidupan kita manusia. Selalu diperhadapkan dengan masalah. Itulah indahnya kehidupan. Selalu ada pahit-manisnya, suka-dukanya, tawa-candanya. Semua itu merupakan gelombang kehidupan. Wave of live. tapi kita tidak perlu takut, karena semua pasti akan tertuntaskan.
                Mangrove bisa bertahan di genangan lumpur dan yang paling hebatnya lagi mangrove bisa menahan terpaan ombak. Kembali kepada kita manusia, sanggupkah kita seperti mangrove? Setiap saat diterpa hempasan ombak yang deras.
                Introspeksi diri adalah suatu hal yang penting dilakukan oleh kita. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi. Mangrove saja bisa bertahan dan tidak mengeluh. Mengapa manusia tidak??? Tanya kenapa?
                Itulah sebabnya hingga saat ini kayu mangrove termasuk jenis kayu yang kuat, karena memiliki daya tahan dan kelas awet yang lumayan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar